P1
Keprihatinan, Harapan, dan Panggilan
Denyut nadi awal dari realitas fragmentasi pembinaan iman menuju harapan dan tindakan konkret.
Profil
Bukan sekadar unit administratif baru, melainkan jawaban strategis atas keprihatinan terhadap kondisi pendidikan Katolik saat ini.
Latar belakang historis: Lahir dari kesadaran dalam MUPAS Pendidikan 2025 bahwa Lembaga Pendidikan Katolik menghadapi tantangan sistemik — penurunan minat umat, persepsi biaya mahal, dan melemahnya pendidikan iman.
Mandat gerejawi: Dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Uskup Surabaya Nomor 015/G.113/I/2026, 8 Desember 2025, untuk mengorkestrasi transformasi pendidikan berkarakter, berkelanjutan, dan misioner sesuai Ardas.
Misi utama: Menjadi mitra kolaboratif dalam ekosistem pendidikan agar setiap karya tetap setia pada jati diri kekatolikan sekaligus profesional dan relevan.
Arah Gerak Pendidikan Katolik
“Dalam semangat Ardas berjalan bersama menuju Transformasi Pendidikan Katolik Berkarakter, Berkelanjutan, dan Misioner.”
Peta perjalanan berjenjang dan terukur — saling berkait bagaikan proses pertumbuhan organik.
Fondasi transformasi melalui kelembagaan Dewan Pendidikan, Pusat Layanan Pendidikan, dan Forum Pendidikan Katolik.
Menguatkan tata kelola kelembagaan dan pembinaan berkelanjutan sumber daya manusianya.
Membangun ekosistem kolaboratif antar lembaga, jenjang, Gereja, LPK, dan keluarga.
Refleksi dampak pendidikan Katolik di tengah masyarakat dan jejaring eksternal.
Kesaksian solidaritas yang terpercaya dan fondasi strategis untuk fase berikutnya.
Prinsip dasar etis-teologis yang menjadi nafas setiap tindakan — turunan dari Buku 1 Seri MUPAS Pendidikan.
P1
Denyut nadi awal dari realitas fragmentasi pembinaan iman menuju harapan dan tindakan konkret.
P2
Berpusat pada Kristus — mengintegrasikan iman, ilmu, dan kehidupan (fides et ratio).
P3
Evangelisasi, sanctifikasi, dan pelayanan kasih sebagai perpanjangan tangan Gereja.
P4
Pendampingan umat Katolik di lembaga non-Katolik melalui Keuskupan dan Paroki.
P5
Cara kerja Gereja: keadilan sosial, otonomi bertingkat, dan berjalan bersama.
P6
Pendidikan sebagai karya bersama; keluarga sebagai Ecclesia Domestica.
P7
Tritunggal pelaku utama: pendidik iman pertama, gembala, dan formator.
P8
Integrasi ilmu dan iman, campus ministry, dan pembinaan kaum muda.
Identitas visual

Setiap unsur logo mengandung makna pastoral dan pendidikan:
Mandat kelembagaan
01
PULPEN adalah lembaga perangkat Keuskupan yang menjadi titik temu koordinasi bagi seluruh penyelenggara pendidikan Katolik di Keuskupan Surabaya, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi. Hakekatnya adalah pendampingan pastoral bagi Yayasan, Sekolah, dan Perguruan Tinggi agar seluruh gerak intelektual tetap berakar pada identitas Katolik dan selaras dengan kebijakan penggembalaan Uskup.
02
Menjaga agar kebijakan setiap Yayasan (Badan Penyelenggara) tetap koheren dengan Arah Dasar Pastoral dan Arah Gerak Pendidikan Keuskupan Surabaya.
Meningkatkan kualitas dan spiritualitas Guru, Dosen, serta Tenaga Kependidikan sebagai agen utama misi Gereja di dunia pendidikan yang berdampak kepada peserta didik.
Memastikan bahwa pendidikan Katolik di semua jenjang tetap kompetitif secara mutu dan kokoh secara jati diri.
03
Menjadi wadah komunikasi bagi para pengurus Yayasan, Kevikepan dan Paroki, Komisi-Komisi maupun Pusat Pastoral untuk menyelaraskan kebijakan strategis dan legalitas dalam proses berjalan bersama dengan Arah Gerak Pendidikan Keuskupan Surabaya.
Memfasilitasi pembinaan berkelanjutan bagi Guru (Sekolah), Dosen (Perguruan Tinggi) yang berdampak terhadap peserta didik serta tata kelola para pengurus Yayasan Lembaga Pendidikan Katolik di Keuskupan Surabaya.
Melakukan pemantauan terhadap penerapan nilai-nilai Kristiani dalam kurikulum dan budaya akademik Lembaga Pendidikan Katolik.
Mengelola sumber daya bantuan untuk menjamin akses pendidikan bagi warga Gereja yang kurang mampu dan terpinggirkan di seluruh jenjang dalam lingkup Keuskupan Surabaya.
04
Ketua
Penanggung jawab utama yang menjamin sinergi antara kebijakan Keuskupan dengan gerak Yayasan-Yayasan Pendidikan (Sekolah & PTK).
Sekretaris I & II
Pengelola pusat data pendidikan terpadu, administrasi surat-menyurat, serta penghubung komunikasi antara PULPEN dengan Yayasan dan Lembaga Pendidikan serta masyarakat.
Bendahara
Pengelola keuangan lembaga dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi untuk mendukung program pelayanan.
Koordinator Administrasi
Pendukung operasional administrasi dan keuangan pengurus harian.
Operasional teknis — pendampingan langsung bagi unit pendidikan (Sekolah dan Kampus).
Formatio Pendidikan Katolik
Merancang program formasi spiritual dan profesi bagi Guru, Dosen, dan Tenaga Kependidikan serta tata kelola Yayasan-Yayasan agar memiliki karakter pendidik maupun pengelola Lembaga Katolik yang militan.
Asesmen Identitas & Misi
Melakukan evaluasi berkala terhadap budaya organisasi di sekolah dan kampus guna memastikan identitas Katolik tetap menjadi ruh utama kegiatan akademik.
Kerjasama Lembaga Pendidikan
Memfasilitasi jejaring antara sekolah dan perguruan tinggi, serta menjembatani kerjasama antar yayasan dalam hal pemanfaatan sumber daya bersama.
Bantuan Dana Pendidikan
Mengelola beasiswa dan bantuan dana dari berbagai pihak (Paroki/Keuskupan/Lembaga lain) secara profesional untuk siswa dan mahasiswa.
Penelitian dan Pengembangan (Litbang)
Melakukan studi strategis mengenai tantangan pendidikan masa kini untuk memberikan rekomendasi kebijakan bagi Uskup dan para Ketua Yayasan.
Relasi strategis Yayasan — penguatan kapasitas Badan Pengelola.
Yayasan-Yayasan Pendidikan Keuskupan Surabaya
Struktur organisasi
Hirarki perangkat kerja dari Uskup hingga divisi layanan dan koordinasi karya pastoral.

Mandat PULPEN mencakup delapan Kevikepan di Keuskupan Surabaya:
